BABAD PASEK GELGEL
Oleh : I Ketut Juli Sastrawan
PENDAHULUAN
Salah satu warisan budaya Bali yang
masih hidup di tengah-tengah masyarakat Balisampai sekarang adalah babad.
Berbicara masalah babad di Bali kita tidak dapatmelupakan jasa-jasa para
pecinta kebudayaan Bali untuk mengumpulkan naskah–naskahkuno berbentuk lontar
di agar terhindar dari kerusakan dan kemusnahan.Babad di Bali pada umumnya
memiliki 2 bentuk, yaitu berbentuk prosa (ganjaran)seperti
Babad Dalem, Babad Pasek,
Babad pengakan Timbul
dan sebagainya.dan yangkedua
berbentuk puisi (tembang, geguritan) seperti sinom uwug Payangan,
geguritanrusak Buleleng, ditulis di atas lontar yang menggunakan bahasa Jawa
kuno atau bahasaKawi. Dari segi isinya, pada umumnya lebih banyak menceritakan
masalah sejarahkeluarga sehingga bersifat lebih genealogis.Babad sebagai
Historiografi lokal masih bisadiklasifikasikan lagi yaitu ada yang bersifat
umum yaitu dapat dianggap sebagai induk seperti babad Dalem, Pemancangah,
Usana Bali, Usana Jawa yang menceritakankedatangan arya ke Bali.dari Jawa
sampai dengan masa kerajaan Gelgel.Ada jenis babadyang hanya satu kelompok dari
keluarga tertentu seperti Babad Pasek, prasasti Pande,Babad Catur Brahmana, dan
masih ada lagi sejarah keluarga yang lebih kecil, antara lain palelintih
sira arya gajah lan sira arya getas ,Pemancangah Anak Agung Karangasem,babad
Pande Tonja , babad bendesa Manik Mas . Babad dapat juga dikelompokan
dalamkaitannya dengan sejarah pemerintahan atau sejarah pemerintahan atau
sejarahkerajaan ,seperti babad mengwi , babad buleleng , babad Manggis Gianyar
,babadSukawati , babad Blahpatuh . Hampir semua isinya menceritakan keluarga
raja-raja yangmemerintah sehingga bersifat istana sentris atau raja kultus . Di
samping sejarahkeluarga ,ada babad yang menceritakan masalah runtuhnya suatu
kerajaan karena peperangan ,antara lain dengan istilah uwug ,rusak,rereg
yang berati hancur .