BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang.
Kerangka dasar ajaran agama Hindu adalah Tatwa (filsafat),
Susila (ethika) dan upacara (rituil). Ketingga kerangka dasar tersebut tidak berdiri
sendiri tetapi merupakan suatu kesatuan yang harus dimiliki dan dilaksanakan
(Anonim, 1968). Kehidupan masyarakat Bali sehari-harinya didasari atas
filsafat Tri Hita Karana yaitu kearmonisan hidup yang bahagia dengan
tiga sumber penyebab yang tidak lain adalah
dari Tuhan,
manusia dan alam sekitarnya ( Purnomohadi, 1993).
Penerapan Tri
Hita Karana dalam pelaksanaan upacara dan yadnya pada
kehidupan
sehari-harinya adalah sebagai berikut :








